Rabu, 20 Juni 2012

SEIRING KALBU

Ketulusan tidak hadir dari sebuah perkataan belaka.
Keikhlasan tidak hadir dalam tatapan sekejap.
Dia
hadir dalam tiap waktu yang sepi, dikala sendiri dan merindu.

Tidak penting bagiku
Kalian tahu, Tidak penting bagiku Kalian berucap. Tafaddol.
Yang ada dalam benakku saat ini adalah, mengikhlaskan diri jika memang benar-benar harus berpisah.
Berat dan tidak pernah terfikir sebelumnya.
Bayangan rindu selalu mengisi hari-hari kosong belakangan ini, hanya menatap dalam media yang sedikit tak kasat mata.
Itu saja sudah cukup bagiku, melihat dan menyaksikan senyum kalian dari kejauhan, merupakan motivasi semangat buatku.

Semangat dikala senja, tanpa kehadiran kalian.

Padahal
tidak dapat kupungkiri, aku merindukan ukhuwah itu.
Ukhuwah disaat kita sama-sama lapang, sama-sama ketika diawal-awal membangun visi kita.

Tetapi saat ini,
kalian telah sibuk masing-masing, yaa kesibukkan karena ku juga, tak apa.
Itu sebagai sarana kalian untuk semakin dekat dengan Rabb kita.

Cukup bagiku
mengurai rindu panjang, dalam barisan laksa dzikir dan doaku, doa untuk kalian yang ada jauh diujung sana.
Agar menjadi pribadi yang jauh lebih tangguh, jauh lebih kuat di-bandingkan diri ini.

Sedihmu, sedihku juga.
Tawamu, tawaku juga. Yang selalu terfikir dalam benakku : Hanya kebahagiaan-mu dalam jalan ini :)

Selasa, 19 Juni 2012

DINAMIKA HIDUP (III)

Akhi..
Ana benar2 merasakan jerih dan payah kalian Akh, begitu bangganya Ana dengan pengorbanan kalian dalam dakwah ini.
Tidak seharusnya, sedini ini kalian meraskan fitnahan, cacian dan makian dari orang-orang.
Kalian seharusnya saat ini menikmati masa-masa
gembira kalian.

Cukuplah Ana yang difitnah..
Cukuplah Ana yang dicaci..
Ana benar-benar tidak tega melihat kalian, Ana bisa rasakan betul dan paham arti dari sebuah pengorbanan kalian.
Yang sabar Akhi, ini dinamika hidup kita. Dinamika yang mesti kita lalui.
Tidak perlu kemenangan dihadapan manusia.
Bagi Ana, saat ini kalian sudah menang Akhi.
Yakinkan ALLOH tlah mencatat ini sebagai amal dan jihad kita, jihad kalian.

Bahu ini siap menopang
kesedihan kalian dalam larutnya malam-malam ini.
Ana adalah orang yang tidak akan pernah tidur, selagi kalian belum pulas.
Sebisa mungkin
Ana jaga tubuh lemas kalian dengan basuhan dan selimut ayat-ayat suci Al-Quran, berharap ini akan menjadi pengobat letih dan segera mungkin kita
dimasukkan dalam golongan orang-orang yang bersabar.

Hamasah Akhi..
Jika satu dunia tidak ada lagi yang mendukungmu, Jika satu dunia tidak ada lagi yang menyemangatimu.
Maka, yakinlah..
setelah ALLOH dan Rosul-Nya, Ana yang selalu siap ada disamping kalian.
Karena Ana mencintai kalian karena Rabb kita.
Dinamika hidup...

Senin, 18 Juni 2012

DINAMIKA HIDUP (II)

Disaat semua tlah terlelap dalam tidurnya,
Apakah mata ini masih terjaga dan mencari pergerakkan baru, demi sebuah perubahan. Sibuk dalam beragam aktifitas yang seyogyanya dapat membawa diri ini dalam lamunan.
Lamunan panjang akan sebuah perubahan. Dan segera menghadirkan semangat-semangat perubah itu.
: Bangkit!

Jika ditanya tentang arti sebuah keluhan.
Ana adalah orang yang acap kali mendengar kata-kata itu dari beberapa orang, yang (alhamdulillah) masih percaya dengan diri ini.
Sering, bahkan tiap kali didatangi. Seru sih.. Tapi tiap kali juga dituntut untuk memberikan solusi, atau jawaban. Hmm ^^

Ada satu tanda tanya besar selama ini, Bagaimana dengan Ana sendiri???
Pernahkah diri ini demikian?? Kepada siapa diri ini mengeluh?? Tempat yang mana diri ini berlamun dan berbagi?? Jarang memang. Bahkan nyaris tidak pernah!
Ana khawatir, jika penumpu saja demikian. Kedepan tidaklah lagi "mereka" mendapat solusi yaa???
***

Pernah pada satu ketika,
Ana mendapat tausiyah via SMS yang kurang lebih berbunyi :
"Sulit memang Akh, dikala kita selalu dituntut untuk mendengarkan, memberikan kehangatan, memberika solusi. Tetapi kita bagaimanapun tetaplah manusia, pun juga kerap kali menghadapi masalah. Yakin Akhi, ada Rabb yang slalu mendampingimu. Walau,diri ini malu untuk mengungkapkan tapi
Ana uhibbukafillah.."
***

Sejujurnya
tidak menjadi suatu masalah yang rumit, tetapi lucu saja, ketika masalah itu datang pada diri sendiri.
Sering tertawa dan ngedumel sendiri. Hehehe..
Sekali lagi, bukan suatu masalah yang besar kok :)
Innaloha ma'ashobirin.
==========================================================================

Melihat mereka saja, Ana sudah sangat bahagia.
Suatu anugerah terindah dapat memiliki mereka. Yang selalu mengisi dan turut melupakan secerca keletihan yang sering menyangga tubuh ini.
Melihat senyum mereka, adalah obat paling mujarab yang notebene dapat menghilangkan keluh ini.
Terlepas,
acap kali tidak sesuai "rule" permainan yang ada. Sering mereka tidak dalam frekuensi yang sebenarnya sudah Ana tuliskan.
Tetapi biarlah, ini dinamikanya.
Dinamika yang harus tercipta dari sebuah energi positif dan ALLOH taala selalu menjaga mereka.

Jumat, 15 Juni 2012

DINAMIKA HIDUP (I)

Ketika kita memperjuangkan yg sharusnya diperjuangkan. Maka tdk jarang terjadi bias antar golongan.
Padahal jika mereka ketahui, smta2 dilakukan utk kbaikan mereka juga.

Ana mgkin orgnya terlalu berfikir,
"Jika ada yg lebih penting, Knapa tdk ksana???"
Daripada diisi dgn lelucon, jokes dan pembicaan kurg penting belaka.
Tidak menyalahkan. Tetapi, bagi Ana ada yg jauh lbh penting,
Dari sekedar pesta
pembicaan belaka dan sekedar duduk2 santai belaka.

Masih ada deadline yg menumpuk. Panggilan dakwah, dan amanahpun hilir-mudik menghampiri.
Skali lagi mgkin salah bagi sgelintir orang.
Tapi bagi Ana,
slama Ana punya ideologi utk tetap bergerak, dan lbh mengutamakan yg
mmg lebh utama.
Knapa harus diisi dgn bahan pengisi wktu istirahat belaka.

Bukankah tdk ada istirahat bagi kita?
Mungkin konsepsi seperti ini, tidak wajar bagi sbagian orang.
Apalagi org2 yang slalu mementingkan kebebasan tanpa ada keterkekangan katanya.
Padahal
tdk ada yg harus dikekang ataupun menjadi terkekang. Sekali lagi, ini dinamikanya.

Dinamika yg harus dilewati oleh para kader2 dakwah.
Diuji sberapa jauh dia mempertahankan ideologinya sbagai seorang Muslim yang kaffah.
Dinamika yg terkadang rumit, bahkan tidak jarang byk yang berguguran dari sana.

***
Ana-pun
bukan orang yg slalu kuat dgn dinamika ini. Terkadang mengeluh dan mrasakan ini adalah kerikilnya.
Melankolis bahkan tdk slalu tangguh saat angin kencang menerpa.
Militansipun dipertanyakan.

Membela yg hak adalah suatu keharusan.
Tapi bagaimana jika tdk kuat akan pembelaan itu. Ya ALLOH, tulisan ini tdk lebih dr sbuah sampah, jika implementasi dr penulisnya-pun Nihil.
Afwan atas sgala khilaf dan dosa slama ini. Afwan belum bisa menjadi qudwah yg baik, belum bisa menjadi pemimpin yg dibanggakan.

Walaupun diri ini blum skuat Ali dimedan jihad.
Walaupun diri ini tdk setegar Ustman membela yg hak.
Tapi,
Diri ini bukanlah orang yg patut disepelekan, perlu diperhitungkan dan diwaspadai.
Afwan, bukan uzub. Ini optimistis.

Jalan ini panjang, penuh dinamika,
Kadang air-matapun tak jarang membasuhi, uraian sajadah panjang dalam lamunan......