Rabu, 07 November 2012

MENGELOLA ORGANISASI REMAJA MASJID (Part I)

MODEL PENGORGANISASIAN REMAJA MASJID


Kebenaran yang tidak tertata rapih akan dapat dikalahkan oleh kebatilan yang tertata rapih, demikian sebuah ungkapan yang pernah dikatakan Umar Ibnul Khattab khalifah ke 2 dalam sejarah islam.  Ungkapan singkat yang sarat makna ini mendorong kita untuk menata dengan baik semua  kerja-kerja dakwah, karena ternyata kebatilan itu begitu terencana dan terorganisir dengan baik oleh penegak-penegak kebatilan yang hakikatnya adalah musuh-musuh islam yang ingin menghancurkan kejayaan agama Allah ini.
Sebuah kebenaran tentunya harus diperjuangkan secara terencana dan terorganisir menyerupai barisan yang kokoh, sebagimana taujihat robbani dalam surat Ash Shaff ayat ke 4 “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dengan barisan yang teratur seakan-akan merupakan bangunan yang amat kokoh.”
Aktifitas dakwah dan sumber daya manusia yang beragam dapat dialokasikan secara cermat dan tepat dalam wadah organisasi yang disediakan. Masing-masing bekerja sesuai dengan bidang kerjanya  masing-masing dalam koridor ‘amal jama’i.  Beban dakwah ditanggung bersama-sama sehingga terasa ringan. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.  Dengan demikian, diharapkan pencapaian sasaran-sasaran dakwah dapat terlaksana dengan baik.
Penataan dan pengorganisasian yang baik kegiatan dakwah remaja masjid adalah sebuah keharusan, karena dakwah remaja masjid memberikan dampak yang besar terhadap proses pembentukan masyarakat dan lingkungan yang islami.  Ada banyak jenis pengorganisasian remaja masjid, tentunya disesuaikan dengan kebutuhan dan daya dukung dari remaja masjid dimana mereka berada.
Pemilihan Jenis Organisasi Remaja Masjid
Jenis organisasi apabila ditinjau dari segi wewenang, tanggungjawab maupun hubungan kerjanya dapat dibedakan dalam berbagai macam. Jenis-jenis organisasi dapat kita jumpai dalam buku-buku yang membahas tentang organisasi, baik dibicarakan sebagian atau keseluruhannya. Di sini tidak kita kaji semuanya, hanya yang ada kesesuaian denga remaja masjid.  Untuk memahami pengertian aneka jenis organisasi,  dipersilahka untuk mempelajarinya di buku-buku keorganisasian.
Pemilihan jenis organisasi akan memberi pengaruh terhadap sistem kerja Pengurus dalam menjalankan aktivitasnya. Yang perlu dipertimbangkan adalah kemampuannya dalam mencapai tujuan secara efektif dan efisien.  Menurut hemat kami, yang paling sesuai untuk Remaja Masjid adalah jenis lini-staf, yang merupakan perpaduan (kombinasi) antara organisasi lini dan staf. Dengan menerapkan jenis organisasi ini, insya Allah, akan diperoleh beberapa keuntungan, antara lain:
  1. Adanya pembagian kerja yang jelas dari masing-masing personil Pengurus, baik sebagai pimpinan, staf maupun pelaksana.
  2. Upaya kaderisasi dapat berlangsung dengan baik, karena adanya kesempatan bagi para Pengurus untuk mengembangkan diri.
  3. Menumbuhkan suasana kerjasama yang baik di antara Pengurus.
  4. Prinsip penempatan ahlinya pada bidangnya atau the right man on the right place dapat lebih mudah dilakukan.
  5. Menumbuhkan sikap disiplin, etos kerja, spesialisasi serta profesionalisme masing-masing Pengurus.
  6. Koordinasi dapat dilakukan dengan baik, karena adanya pembidangan kerja yang jelas.
  7. Pengambilan keputusan juga dapat dilakukan dengan sehat dan cepat, karena melibatkan banyak Pengurus dalam bermusyawarah, dan hasil keputusannya lekas diketahui oleh seluruh pengurus.
  8. Memiliki fleksibilitas yang baik, sehingga mampu menyahuti kebutuhan efektifitas dan efisiensi organisasi dalam mencapai tujuannya.
  9. Dapat dipergunakan oleh Remaja Masjid yang relatif masih sederhana sampai yang besar dan komplek aktivitasnya.
Organisasi lini-staf merupakan suatu organisasi dengan wewenang dilimpahkan dari pimpinan atas kepada satuan-satuan organisasi di bawahnya dalam semua bidang, baik pekerjaan pokok maupun bantuan. Di bawah pimpinan, bilamana perlu dapat diangkat pejabat yang tidak memiliki wewenang komando tetapi dapat memberikan nasehat atau bantuan tentang bidang keahlian atau pelayanan tertentu.
Yang dimaksud dengan lini (line) dalam struktur Pengurus Remaja Masjid adalah Pengurus-pengurus yang secara langsung terlibat dalam usaha melaksanakan tercapainya tujuan organisasi. Pengurus-pengurus lini berhak untuk mengeluarkan perintah, membuat keputusan, menetapkan dan menafsirkan kebijakan (policy) organisasi, memberikan laporan pertanggungjawaban dan lain sebagainya, sesuai dengan wewenang dan tugasnya.
Sedang yang dimaksud dengan staf (staff) adalah Pengurus-pengurus yang tidak secara langsung terlibat dalam usaha melaksanakan tercapaian tujuan organisasi. Adapun fungsi utama staf adalah melakukan usaha-usaha penunjang yang berkaitan dengan penelitian, analisa data dan informasi, rekomendasi, perencanaan, pengontrolan, koordinasi, pelayanan dan nasehat. Tentu saja harus disesuaikan dengan kedudukan dari masing-masing staf tersebut, baik sebagai staf umum (general staff), staf ahli (special staff), staf pembantu (auxiliary staff) maupun staf pribadi (personal staff). Keberadaan staf-staf tersebut tergantung dari pada besar kecilnya organisasi Remaja Masjid yang bersangkutan.
Contoh-contoh  bagan organisasi Remaja Masjid dengan jenis organisasi lini dan staff :


 Bagan Organisasi Besar


Bagan Organisasi Sedang




 

Bagan Organisasi Kecil

Tidak ada komentar:

Posting Komentar